Tag: penanganan kaki diabetik

Penanganan Luka Diabetes Dengan Cepat Agar Tidak Menjalar

Mengenal Penyebab dan Gejala Sebelum Melakukan Penanganan Luka Diabetes

Penanganan luka diabetes perlu dilakukan secara hati-hati, karena luka yang dialami pasien biasanya sukar kering. Diabetes yang sering disebut kencing manis merupakan salah satu penyakit yang terbilang mematikan, baik untuk tipe 1 maupun tipe 2. Pasien diabetes tipe 1 akan mengalami ketergantungan dengan insulin dan harus ditangani secara cepat. Sedangkan pasien diabetes tipe 2 baru merasakan peyakit ini saat gejala bertambah parah karena tidak sadar diabetes sudah menyerang tubuhnya selama bertahun-tahun tanpa penanganan.

Pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 mempunyai beberapa gejala sama, salah satunya luka yang sulit kering. Luka-luka tersebut umumnya muncul di wilayah kaki, tapi tidak menutup kemungkian ada juga di bagian tubuh lainnya. Jika penanganan luka diabetes tidak dilakukan secara cepat, luka tadi akan berubah jadi infeksi sampai mengeluarkan bau menyengat. Bahkan kalau sudah parah dan mengancam jiwa, dokter akan menganjurkan tindakan amputasi.

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang cara menangani luka untuk pasien diabetes, ada baiknya Anda memahami faktor penyebab dari penyakit ini terlebih dahulu.

Fakor Penyebab dari Diabetes

Penanganan Luka DiabetesFaktor utama yang memicu diabetes adalah kinerja hormon bernama insulin di pankreas yang mengalami gangguan. Insulin sangat bermanfaat bagi tubuh untuk mengatur metabolisme dan glukosa dalam darah. Selain gangguan kadar insulin, faktor-faktor penyebab di bawah ini perlu diamati sebelum penanganan luka diabetes dilakukan.

  • Faktor keturunan. Bisa dikatakan faktor ini menjadi pemicu utama diabetes yang sulit dihindari. Jadi orang-orang punya riwayat diabetes dari keluarganya kemungkinan besar akan menerima penyakit tersebut. Namun bukan berarti mereka yang tidak mempunyai faktor keturunan tidak akan mengalaminya, karena diabetes bisa menyerang siapa saja;
  • Obesitas. Orang yang mengalami kelebihan berat badan berpeluang menderita diabetes dan kerap disarankan untuk menurunkan bobot tubuhnya oleh dokter. Jika tidak, kinerja insulin di dalam tubuhnya akan semakin terganggu. Tidak menutup kemungkinan kalau Anda mengalami kesulitan pula nantinya saat melakukan penanganan luka diabetes bagi orang obesitas;
  • Kurang Olahraga. Gaya hidup yang kurang sehat juga berpotensi memicu diabetes. Tubuh yang jarang melakukan aktivitas fisik akan membuat kadar gula darah jarang terpakai dan hal tersebut yang akan membuatnya terus meningkat. Maka dari itu, lakukan olahraga serutin mungkin meski hanya jalan kaki selama 15 sampai 30 menit setiap harinya;
  • Pola Makan. Tingkat kesulitan penanganan luka diabetes secara tidak langsung dipengaruhi juga oleh pola makan yang tidak seimbang. Terlalu sering makan-makanan berlemak tanpa ada sayuran misalnya akan membuat kinerja hormon di dalam tubuh tidak seimbang. Agar terhindar dari diabetes, atur kembali asupan gizi dan nutrisi ke dalam tubuh Anda.

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab di atas, Anda dapat melakukan pencegahan diabetes sejak dini. Selain itu, Anda perlu mengetahui penyebab luka agar bisa diterapkan dengan baik sesuai dengan kondisinya. Setidaknya ada tiga jenis luka yang dialami pasien dan dapat menjadi referensi penanganan luka diabetes bagi Anda.

  1. NeurophatyNeurophaty adalah keadaan jaringan saraf dalam tubuh mengalami kerusakan. Hal ini yang umumnya menyebabkan luka di bagian kaki. Beberapa tanda yang bisa dikenali adalah kemampuan otonomik, sensorik, dan motorik yang berkurang. Misalnya Anda tidak merasakan sakit saat menginjak pecahan kaca atau saat membasuhnya dengan cairan kimia tertentu;
  2. VasculophatyPenanganan luka diabetes untuk jenis luka ini perlu dilakukan secara hati-hati karena disebabkan oleh peredaran darah yang tidak lancar. Lantas hal tersebut yang membuat pasokan oksigen ke tubuh, terutama kaki, menjadi terhambat. Bukan hanya oksigen dan darah, distribusi mineral dan nutrisi juga akan mendapat halangan;
  3. ImmunophatyImmunophaty merupakan penyebab lain yang membuat luka pasien diabetes sulit sembuh. Seperti namanya, keadaan ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh pasien yang menurun drastis. Selain luka yang tidak kunjung kering, pasien juga akan lebih sering mengalami penyakit-penyakit lain dan membuat penanganan luka diabetes semakin sulit.

Pemicu Luka yang Dialami Pasien Diabetes

Pasien diabetes yang tidak menyadari penyakitnya atau malas melakukan pemeriksaan lambat laun akan mendapatkan luka yang sulit disembuhkan. Luka yang awalnya ringan dan tidak mengganggu tersebut berubah menjadi sebuah komplikasi luka yang disebut dengan Gangren. Jika sudah mencapai tahap ini, penanganan luka diabetes tidak akan mudah. Pasien diabetes pun akan merasa gelisah dan semakin sulit menghadapi penyakitnya.

Terganggunya produksi insulin dalam tubuh masih menjadi penyebab yang memperparah keadaan luka tersebut. Tingginya gula darah dalam tubuh akan membuat bakteri dan jamur semakin subur dan terus berkembang, termasuk di bagian tubuh yang mengalami luka. Seandainya kadar gula darah dalam tubuh bisa dikendalikan, bakteri dan jamur tersebut tidak akan berubah menjadi Gangren. Hal tersbut pun akan mempermudah Anda dalam melakukan penanganan luka diabetes pada pasien.

Kaki, Bagian Tubuh yang Sering Mengalami Luka

Penanganan Luka Diabetes Pada KakiSeperti yang sudah disebutkan, luka yang dialami pasien diabetes paling sering muncul di kaki. Mulanya dari bagian telapak, lalu merambat ke ujung kaki dan pergelangan. Jika terus diabaikan, maka area luka akan terus menyebar sampai ke bagian atas kaki. Akan lebih baik kalau luka segera ditangani jika masih ada di area telapak. Sebab kalau sudah meluas hingga bagian atas, penanganan luka diabetes sudah tidak mungkin dilakukan. Maka harus dilakukan operasi agar nyawa pasien tidak terancam.

Kemudian, kaki para pasien diabetes juga kerap mengalami gangguan kesehatan lain seperti vascular atau terganggunya peredaran darah hingga kerusakan saraf. Banyak pasien yang mengira kalau berjalan di atas batu tanpa alas kaki akan membuat aliran darah kembali lancar. Padahal hal tersebut malah akan membuat luka semakin parah dan berubah jadi infeksi. Memotong kuku pun akan berbahaya kalau tidak dilakukan secara hati-hati dan membuat kaki Anda terluka.

Menangani Luka pada Pasien Diabetes Secara Tepat

Penanganan Luka DiabetesMaka dari itu, perlu ada sosialisasi tentang penanganan luka diabetes yang baik dan benar. Antara lain tidak menggunakan perban atau kapas, karena luka akan lembap dan memperlambat penyembuhan. Jika ingin membuka perban dari luka yang dibalut, hindari penggunaan gunting untuk mencegah benda tadi mengenai luka yang baru muncul. Seandainya Anda memang harus memakai gunting, pastikan benda ini steril supaya luka tidak terkontaminasi kuman dan bakteri lainnya. Membersihkan luka pun harus menggunakan air dan handuk bersih sebagai bagian dari penanganan luka diabetes yang tepat.

Mengonsumsi Obat Herbal untuk Meringankan Luka

TNOPenanganan luka diabetes juga dapat dioptimalkan dengan bantuan obat herbal seperti TNO. Bahan-bahan alami yang terkandung di dalamnya dapat membantu kadar gula darah dalam tubuh pasien turun, Jika ingin membelinya untuk memaksimalkan penanganan luka diabetes untuk pasien diabetes tersebut, Anda dapat langsung memesan di http://herbaldiabetesmelitus.com

Lihat juga info mengenai Penanganan Diabetes Secara Dini disini.